staging.sriwijayaterkini.co/ – Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Indeks Layanan Keagamaan Tahun 2025 di Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (30/12/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kemenag dalam memetakan kualitas pelayanan publik serta memastikan standarisasi layanan keagamaan berjalan optimal di seluruh daerah, termasuk di Bumi Sriwijaya.
Sosialisasi digelar secara hybrid dan dipusatkan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan.
Turut hadir secara langsung Kepala Bagian Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang, Pembimas, Ketua Tim Kerja Kanwil Kemenag Sumsel, serta 40 penyuluh agama dari berbagai agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Sementara itu, secara daring diikuti oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota serta Kepala KUA se-Sumatera Selatan.
Adapun narasumber dari Tim BMBPSDM yang hadir langsung adalah Dewi Indah Ayu Diantiningrum dan Zakiatu Husnil Fuadah Harahap, yang memberikan pemaparan komprehensif terkait konsep, hasil, serta arah pengembangan Indeks Layanan Keagamaan ke depan.
Dalam arahannya, Syafitri Irwan menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menegaskan komitmen Kanwil Kemenag Sumsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan agar selaras dengan target nasional yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama RI.
Syafitri berharap, melalui sosialisasi ini, seluruh satuan kerja di bawah Kanwil Kemenag Sumsel dapat segera mengimplementasikan langkah-langkah strategis guna mendongkrak kualitas layanan keagamaan di wilayah masing-masing.
“Sesuai pesan Bapak Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar, kita harus memastikan bahwa kehadiran Kemenag benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui layanan yang cepat, tepat, dan transparan,” tegas Syafitri.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan rangkaian acara berupa pemutaran video refleksi dan proyeksi Kemenag, pemaparan materi oleh narasumber, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Ketua Tim Sosialisasi BMBPSDM, Dewi Indah Ayu Diantiningrum, menjelaskan bahwa Indeks Layanan Keagamaan merupakan instrumen penting untuk mengukur sejauh mana tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan Kementerian Agama.
“Kegiatan ini adalah momentum penting di mana kita berjumpa dalam sebuah komitmen bersama untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Dewi Indah Ayu.
Ia menambahkan, indeks ini tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan dasar proyeksi langkah strategis ke depan. Menurutnya, pelayanan di bidang keagamaan merupakan aspek fundamental yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari layanan Kantor Urusan Agama (KUA), layanan Penyuluh Agama, layanan Haji, hingga Jaminan Produk Halal.
Dewi Indah Ayu memaparkan hasil survei Indeks Layanan Keagamaan Tahun 2025. Berdasarkan data tersebut, Indeks Layanan KUA mencapai angka 86,03 dengan kategori baik, Indeks Layanan Penyuluh Agama berada di angka 84,67 dengan kategori baik, Indeks Layanan Sertifikasi Halal mencatat skor tertinggi yakni 90,68, serta Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) mencapai 88,46.
“Ada beberapa aspek yang mengalami peningkatan, namun ada juga yang mengalami penurunan. Inilah yang menjadi bahan evaluasi bagi kita untuk peningkatan kualitas layanan di masa mendatang,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi ini, Kemenag berharap seluruh jajaran di daerah dapat memperkuat sinergi dan komitmen dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
