News

Magazine WP Theme

Viral! Kabid GTK OKI Diduga Dianiaya, Laporkan Oknum Kader Partai ke Polisi

OKI, staging.sriwijayaterkini.co/ – Insiden mengejutkan terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Seorang pejabat struktural, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan OKI, Herianto, S.Pd., M.Si., diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria yang disebut-sebut merupakan oknum kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (12/11/2025) di GOR Perahu Kajang, dan kini viral di tengah masyarakat.

Insiden ini terjadi di sela-sela kegiatan pembelajaran dan penguatan kapasitas pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten OKI. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, perwakilan Kementerian Pendidikan, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumsel, hingga ratusan guru, kepala sekolah, dan pengawas dari berbagai satuan pendidikan di wilayah OKI.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, seorang pria berinisial RD, yang diduga merupakan oknum kader DPC Partai PKB, secara tiba-tiba mendatangi Herianto di lokasi acara. RD disebut datang dengan emosi tinggi dan langsung melontarkan kata-kata kasar di hadapan peserta kegiatan.

Situasi yang semula kondusif mendadak berubah tegang ketika RD diduga melakukan kekerasan fisik terhadap Herianto.

[irp]

Aksi tersebut sontak mengejutkan para peserta yang hadir, mengingat kegiatan berlangsung secara resmi dan melibatkan banyak pihak dari institusi pemerintahan dan pendidikan. Beberapa saksi di lokasi menyebutkan bahwa insiden terjadi dengan cepat, sehingga tidak sempat dicegah sebelum keributan menarik perhatian banyak orang.

Akibat peristiwa tersebut, Herianto merasa dirugikan secara fisik maupun psikologis. Ia pun mengambil langkah hukum dengan melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Ogan Komering Ilir. Laporan resmi tersebut telah diterima dengan nomor LP/B/591/XI/2025/SPKT Polres OKI.

Dalam keterangannya, Herianto menyatakan kepercayaannya terhadap aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini secara profesional dan adil.

“Saya percaya sepenuhnya pada proses hukum di Polres OKI. Sebagai warga negara, saya berharap kasus ini diusut tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Herianto.

[irp]

Kasus ini pun langsung menyita perhatian publik, terutama di kalangan pendidik dan masyarakat OKI. Banyak pihak menilai bahwa insiden kekerasan di lingkungan kegiatan pendidikan merupakan hal yang sangat disayangkan dan tidak patut terjadi.

Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas demi menjaga marwah dunia pendidikan serta memberikan rasa aman bagi para aparatur sipil negara.

Di sisi lain, muncul pula dorongan dari masyarakat agar semua pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian kasus ini kepada kepolisian, guna menghindari spekulasi maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait, termasuk kepolisian dan pihak yang disebut dalam laporan, guna menghadirkan informasi yang berimbang dan akurat kepada publik. Perkembangan lebih lanjut terkait penanganan kasus ini akan terus dipantau.