PALEMBANG, SRIWIJAYA TERKINI.CO – Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) PDRI sebagai Organisasi Sayap (ORSAP) Partai Demokrat.
PDRI berfokus pada pemberdayaan perempuan dan pemenuhan kuota 30 persen perempuan di parlemen.
PDRI aktif di seluruh Indonesia, termasuk Sumatera Selatan (Sumsel), di bawah arahan DPP PDRI yang menaungi DPD dan DPC untuk berjuang di era digital yang didirikan pada tanggal 21 April 2005 silam di Jakarta.
PDRI menjadi pelopor gerakan perempuan politik Partai Demokrat dalam mewujudkan masyarakat yang demokratis berkeadilan gender, maju, sejahtera, dan bermartabat menuju pencapaian Indonesia Emas 2045.
Untuk itu, tim inti PDRI Provinsi Sumsel yakni terdiri dari Ir Hj Holda Herman MSi, Dra Hj Nurwati MM, Hj Lindawati Alikonang SE, Asmaniah SE, Hasmawardini SE, Niswati SE, Suprihatin SE, Ir Hj Misliha R MM, akan melakukan audensi langsung dan melakukan pertemuan dengan Ibu Hj Lidyawati Cik Ujang pada Minggu 3 Mei 2026 di kediaman pribadi Wagub Sumsel.
Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut pertemuan pengurus DPD PDRI Sumsel yang digelar pada, Jumat 1 Mei dan Sabtu 2 Mei 2026 kemarin.
“Rapat ini sebagai tindak lanjut konsolidasi kepengurusan PDRI Sumsel 2026. Aspirasi pengurus meminta Ibu Hj Lidyawati Cik Ujang untuk menjadi ketua PDRI Sumsel 2026-2031,” ujar Ir Hj Holda Herman.
Dia mengatakan, PDRI Sumsel hadir sebagai wujud tekad untuk memperjuangkan harapan perempuan memiliki hak setara dengan laki-laki, termasuk dalam bidang politik.
“Sehingga perjuangan perempuan sangat diperlukan untuk memastikan pemenuhan hak-hak politik perempuan, perlindungan, serta jaminan hak asasi perempuan yang wajib dilindungi oleh negara,” ungkapnya.
PDRI Sumsel sepenuhnya menyadari bahwa perjuangan politik perempuan sangat penting, mengingat dasar perjuangan ini merupakan intisari dari semangat Proklamasi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Maka keberadaan PDRI Sumsel merupakan sarana untuk memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan asasi, pemenuhan hak-hak perempuan di bidang politik, menegakkan keadilan dan kebenaran serta menjunjung tinggi etika pergerakan berdasarkan Pancasila,” katanya lagi.
Dia menambahkan, PDRI Sumsel akan tetap solid dan selalu menjaga kekompakan.
“Sebagai sayap Partai PDRI Sumsel akan selalu mendukung langkah ketua DPD PD Sumsel sebagai Wakil Gubernur dalam melaksanakan program kerjanya agar dapat lebih maju lagi dalam langkah politiknya demi kesejahteraan masyarakat Sumsel,” ujarnya.
Ke depan, PDRI Sumsel berharap Ibu Hj Lidyawati Cik Ujang berkenan untuk memimpin PDRI Sumsel sehingga perempuan Sumsel dapat lebih maju lagi dalam kiprahnya di bidang politik.
Sementara, ibu Lasmi Indaryani SE, Sekretris Jenderal PDRI mengungkapkan, sesuai dengan semangat pendiriannya berharap PDRI Sumsel tetap semangat untuk memberdayakan perempuan di berbagai bidang, terutama bidang politik sehingga dapat menumbuhkan pemahaman dan penghayatan demokrasi.
“Perempuan-perumpuan PDRI Sumsel tetap harus bersatu demi kemajuannya di berbagai bidang terutama bidang politik,” katanya.
Bahwa kaum perempuan Indonesia sebagai salah satu pilar utama bangsa hingga saat ini masih menghadapi tantangan dalam memperoleh peran dan kedudukan yang maksimal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Realitas ini tercermin dari minimnya keterwakilan perempuan di berbagai ranah strategis, seperti legislatif, eksekutif, yudikatif, dan bidang-bidang lainnya.
“Ketimpangan ini menandakan masih perlunya upaya bersama untuk mewujudkan kesetaraan gender di berbagai sektor kehidupan,” tambahnya.
Di sisi lain, fakta sosial menunjukkan bahwa perempuan Indonesia masih menjadi korban berbagai bentuk kekerasan, seperti kekerasan seksual, verbal, fisik, kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan perempuan, dan human trafficking.
“Fenomena ini tidak hanya melukai harkat dan martabat perempuan, tetapi juga mencederai prinsip keadilan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar kehidupan bangsa Indonesia,” tandasnya.(YL)
