News

Magazine WP Theme

Mengenal Sejarah Pempek Palembang, Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis hingga Kini

PALEMBANG, SRIWIJAYA TERKINI.CO – Jika berbicara mengenai kuliner khas Indonesia, nama Pempek Palembang hampir selalu menjadi salah satu yang paling populer. Makanan berbahan dasar ikan dan tepung sagu ini tidak hanya digemari masyarakat Sumatera Selatan, tetapi juga telah dikenal hingga mancanegara.

Di balik kelezatan kuah cuko yang khas, Sejarah Pempek Palembang ternyata menyimpan perjalanan panjang yang berkaitan erat dengan budaya, perdagangan, hingga perkembangan Kota Palembang sejak ratusan tahun silam.

Lantas, bagaimana sebenarnya asal-usul pempek? Berikut ulasan lengkapnya.

Sejarah Pempek Palembang Berawal dari Kekayaan Sungai Musi

[irp]

Palembang sejak dahulu dikenal sebagai kota yang dilalui Sungai Musi dengan hasil perikanan yang sangat melimpah. Berbagai jenis ikan air tawar seperti belida, gabus, hingga tenggiri menjadi bahan pangan utama masyarakat setempat.

Menurut berbagai kajian sejarah, termasuk penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam Journal of Ethnic Foods, keberadaan pempek berkaitan dengan tradisi masyarakat Palembang dalam mengolah hasil tangkapan ikan agar lebih tahan lama. Campuran ikan giling, tepung sagu, dan bumbu sederhana menghasilkan makanan yang lezat sekaligus bernilai ekonomis.

Bahkan, sejumlah penelitian menyebut perkembangan kuliner ini sudah memiliki keterkaitan dengan masa Kerajaan Sriwijaya dan kemudian semakin berkembang pada era Kesultanan Palembang Darussalam.

Asal Nama Pempek yang Penuh Cerita

[irp]

Salah satu kisah paling terkenal mengenai Sejarah Pempek Palembang berasal dari komunitas pedagang keturunan Tionghoa yang menetap di Palembang.

Konon, seorang pedagang tua yang menjual makanan berbahan ikan sering dipanggil “Apek” atau “Empek” oleh para pembeli. Seiring waktu, makanan yang dijualnya lebih dikenal sebagai “empek-empek” hingga akhirnya berubah menjadi “pempek”.

Meski demikian, terdapat pula pendapat dari para sejarawan bahwa makanan tersebut sebelumnya dikenal dengan nama kelesan, sebelum istilah pempek menjadi lebih populer di masyarakat.

Cuko, Rahasia Kelezatan Pempek

[irp]

Tidak lengkap membahas Sejarah Pempek Palembang tanpa mengenal kuah cuko.

Cuko merupakan saus khas yang dibuat dari gula aren, bawang putih, cabai, asam, garam, dan udang kering. Perpaduan rasa manis, asam, pedas, serta gurih inilah yang membuat pempek memiliki cita rasa unik dan sulit ditemukan pada kuliner lain di Indonesia.

Keunikan cuko bahkan menjadi identitas tersendiri yang membedakan pempek asli Palembang dengan olahan serupa dari daerah lain.

Ragam Jenis Pempek yang Kini Semakin Beragam

[irp]

Seiring perkembangan zaman, variasi pempek pun semakin banyak. Beberapa jenis yang paling populer antara lain:

  1. Pempek Kapal Selam
  2. Pempek Lenjer
  3. Pempek Telur
  4. Pempek Adaan
  5. Pempek Kulit
  6. Pempek Keriting
  7. Pempek Pistel
  8. Pempek Panggang

Masing-masing memiliki cita rasa dan tekstur yang berbeda, namun tetap mempertahankan bahan dasar ikan serta kuah cuko sebagai pelengkap utama.

Saat ini, pempek bukan sekadar makanan tradisional, melainkan telah menjadi ikon budaya Kota Palembang.

[irp]

Hampir setiap wisatawan yang berkunjung ke ibu kota Provinsi Sumatera Selatan akan membawa pempek sebagai oleh-oleh. Bahkan industri pempek telah berkembang menjadi salah satu sektor usaha yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Penelitian juga menunjukkan bahwa dalam dua dekade terakhir, popularitas pempek terus meningkat berkat promosi pariwisata, perkembangan teknologi, hingga pemasaran digital yang menjangkau pasar nasional maupun internasional.

Mengapa Pempek Tetap Eksis Hingga Kini?

Ada beberapa alasan mengapa Pempek Palembang mampu bertahan sebagai kuliner legendaris selama ratusan tahun:

  1. Memiliki cita rasa khas yang sulit ditiru.
  2. Menggunakan bahan baku lokal berkualitas.
  3. Cocok dinikmati semua kalangan dan berbagai usia.
  4. Mudah dikreasikan dalam berbagai bentuk dan varian.
  5. Menjadi simbol budaya sekaligus identitas masyarakat Palembang.
[irp]

Di era digital, pempek juga semakin mudah ditemukan melalui penjualan daring sehingga dapat dinikmati masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri.

Sejarah Pempek Palembang membuktikan bahwa sebuah makanan tradisional bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Berawal dari kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil ikan Sungai Musi, pempek kini telah menjelma menjadi salah satu kuliner paling terkenal di Indonesia.

Dengan cita rasa autentik, kuah cuko yang khas, serta beragam varian yang terus berkembang, tidak mengherankan jika Pempek Palembang tetap menjadi kuliner legendaris yang mampu bertahan dari generasi ke generasi dan terus dicintai hingga saat ini.(DIT)