SRIWIJAYA TERKINI.CO – Jika berbicara tentang kuliner khas Palembang, sebagian besar orang mungkin langsung teringat pempek. Namun, di balik popularitas pempek, terdapat satu kuliner legendaris yang telah menjadi bagian dari identitas Kota Palembang selama puluhan tahun, yaitu Martabak HAR.
Martabak HAR bukanlah martabak biasa. Kuliner ini memiliki cita rasa unik yang memadukan pengaruh kuliner India dengan selera masyarakat Palembang. Dengan siraman kuah kari khas yang kaya rempah, Martabak HAR berhasil mempertahankan popularitasnya sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1947 hingga sekarang.
Sejarah Martabak HAR Palembang
Nama HAR merupakan singkatan dari Haji Abdul Rozak, seorang perantau asal India yang datang ke Palembang sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Setelah menjalani berbagai usaha, Haji Abdul Rozak mulai menjual martabak dengan resep khas yang menggabungkan teknik memasak India dan cita rasa lokal Palembang.
Pada tanggal 7 Agustus 1947, Haji Abdul Rozak secara resmi memulai usaha Martabak HAR di kawasan Pasar 16 Ilir, Palembang. Seiring waktu, kuliner ini semakin dikenal masyarakat karena menawarkan sensasi rasa yang berbeda dibandingkan martabak telur pada umumnya.
Kini, Martabak HAR telah diwariskan hingga generasi ketiga dan memiliki berbagai cabang di Kota Palembang maupun di beberapa kota besar lainnya di Indonesia.
Keunikan Martabak HAR yang Membuatnya Berbeda
Salah satu alasan mengapa Martabak HAR Palembang tidak pernah kehilangan penggemarnya adalah karena keunikannya yang sulit ditemukan pada martabak lain.
- Disajikan dengan Kuah Kari Khas
Perbedaan paling mencolok dari Martabak HAR adalah penyajiannya yang menggunakan kuah kari kental berbumbu rempah. Kuah ini dibuat dari campuran berbagai rempah pilihan, kentang, serta potongan daging yang menghasilkan rasa gurih, hangat, dan aromatik.
- Isian yang Sederhana Namun Berkelas
Berbeda dengan martabak telur modern yang menggunakan banyak bahan tambahan, Martabak HAR tetap mempertahankan kesederhanaan dengan isian utama berupa telur ayam atau telur bebek. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi daya tarik tersendiri.
- Tambahan Cuka dan Cabai Hijau
Saat disajikan, Martabak HAR biasanya dilengkapi dengan cuka hitam serta irisan cabai hijau yang memberikan sensasi asam, segar, sekaligus pedas. Kombinasi rasa ini menciptakan pengalaman kuliner yang sangat khas dan sulit dilupakan.
Rahasia Kelezatan Martabak HAR
Keistimewaan Martabak HAR tidak hanya terletak pada resepnya, tetapi juga pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional.
Kulit martabak dibuat tipis namun tetap lembut, kemudian diisi telur segar dan dimasak hingga menghasilkan tekstur yang renyah di bagian luar serta lembut di bagian dalam. Sementara itu, kuah kari dimasak dalam waktu lama agar rempah-rempah dapat menghasilkan aroma dan rasa yang kuat.
Banyak pecinta kuliner menilai bahwa perpaduan tekstur martabak dengan kuah kari hangat inilah yang membuat Martabak HAR begitu adiktif dan selalu dirindukan. Bahkan, berbagai komunitas kuliner di media sosial sering menyebut Martabak HAR sebagai salah satu kuliner wajib coba ketika berkunjung ke Palembang.
Martabak HAR dan Identitas Kuliner Palembang
Lebih dari sekadar makanan, Martabak HAR telah menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya kuliner Kota Palembang. Kehadirannya selama hampir delapan dekade membuktikan bahwa kualitas, konsistensi rasa, serta pelestarian resep tradisional mampu menjadikan sebuah kuliner tetap eksis lintas generasi.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Palembang, mencicipi Martabak HAR bukan hanya soal menikmati makanan, tetapi juga merasakan perjalanan sejarah panjang perpaduan budaya India dan Sumatera Selatan yang tercermin dalam setiap potongannya.
Martabak HAR Palembang merupakan bukti bahwa kuliner tradisional mampu bertahan dan berkembang di tengah modernisasi. Dengan sejarah panjang sejak tahun 1947, kuah kari khas yang kaya rempah, serta cita rasa autentik yang konsisten, tidak heran jika Martabak HAR tetap menjadi salah satu destinasi kuliner favorit yang tak pernah sepi pengunjung.
Jika Anda berkunjung ke Palembang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi langsung sensasi gurih dan hangat dari kuliner legendaris yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini. (*)
