JAKARTA, staging.sriwijayaterkini.co/ – Nama Lionel Messi kembali menjadi sorotan dalam perhelatan Piala Dunia 2026. Sejumlah keputusan wasit yang dinilai menguntungkan Timnas Argentina memicu perdebatan luas di kalangan pecinta sepak bola dan kembali mengingatkan publik pada kontroversi yang terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Perdebatan tersebut muncul setelah beberapa keputusan kontroversial dalam pertandingan Argentina di Piala Dunia 2026. Sebagian penggemar bahkan mempertanyakan konsistensi kepemimpinan wasit dan sistem Video Assistant Referee (VAR), serta menilai FIFA harus memberikan penjelasan atas sejumlah keputusan yang menuai polemik.
Kontroversi tersebut menghidupkan kembali ingatan terhadap laga perempat final Piala Dunia 2022 antara Argentina melawan Belanda yang dipimpin wasit asal Spanyol, Antonio Mateu Lahoz.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit itu, Argentina sempat unggul 2-0 sebelum Belanda berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Duel kemudian berlanjut hingga babak adu penalti dan Argentina keluar sebagai pemenang sebelum akhirnya menjuarai Piala Dunia 2022.
Namun, pertandingan tersebut tidak hanya dikenang karena dramanya, melainkan juga karena kepemimpinan Lahoz yang mengeluarkan total 17 kartu, termasuk kartu merah kepada bek Belanda, Denzel Dumfries.
Messi Kritik Keras Kepemimpinan Wasit
Usai pertandingan, Lionel Messi secara terbuka menyampaikan ketidakpuasannya terhadap performa Antonio Mateu Lahoz. Kapten Timnas Argentina itu bahkan meminta FIFA mengevaluasi penunjukan wasit dalam pertandingan penting.
“Laga ini seharusnya tidak berakhir seperti itu. Saya tidak ingin berbicara soal wasit karena nanti akan ada sanksi. Namun, semua orang melihat apa yang terjadi. Kami sudah khawatir sebelum pertandingan karena tahu seperti apa dia. Saya rasa FIFA harus meninjau hal ini. Anda tidak bisa menunjuk wasit seperti dia untuk pertandingan seperti ini,” kata Messi.
Kritik serupa juga disampaikan penjaga gawang Argentina, Emiliano Martinez, yang menilai keputusan-keputusan Lahoz justru menguntungkan Belanda.
“Wasit memberikan segalanya kepada mereka. Semuanya berubah. Dia memberikan tambahan waktu 10 menit tanpa alasan. Dia hanya ingin mereka mencetak gol,” ujar Martinez.
Martinez bahkan melanjutkan kritiknya dengan pernyataan yang lebih keras.
“Wasit itu gila. Angkuh. Saat Anda mengatakan sesuatu kepadanya, dia membalas. Karena Spanyol sudah tersingkir, dia ingin menyingkirkan kami. Dia adalah wasit terburuk di Piala Dunia. Semoga kami tidak bertemu dia lagi. Dia tidak berguna,” imbuhnya.
Antonio Mateu Lahoz Tidak Lagi Bertugas
Setelah pertandingan tersebut, Antonio Mateu Lahoz tidak lagi ditunjuk memimpin pertandingan pada sisa Piala Dunia 2022.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Give Me Sport, wasit asal Spanyol tersebut disebut dipulangkan dari turnamen sehingga laga Argentina melawan Belanda menjadi pertandingan terakhir yang dipimpinnya pada ajang Piala Dunia 2022.
Keputusan tersebut memunculkan berbagai spekulasi. Pasalnya, jarang terjadi seorang wasit tidak lagi mendapatkan penugasan setelah dianggap tampil di bawah standar dalam turnamen sebesar Piala Dunia.
Meski demikian, FIFA tidak pernah secara resmi menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan konsekuensi langsung atas kritik yang disampaikan Lionel Messi maupun Emiliano Martinez.
Kontroversi Kembali Muncul di Piala Dunia 2026
Isu mengenai keputusan wasit kembali mencuat pada Piala Dunia 2026.
Pada fase grup, Messi menjadi sorotan setelah melakukan tekel dari belakang terhadap pemain Aljazair. Dalam tayangan ulang terlihat pul sepatu Messi mengenai bagian betis lawan. Namun, wasit maupun VAR memutuskan pertandingan tetap dilanjutkan tanpa memberikan sanksi.
Kontroversi berlanjut ketika Argentina menghadapi Mesir pada babak 16 besar.
Dalam laga tersebut, Argentina bangkit dari ketertinggalan 0-2 sebelum menang dengan skor 3-2. Namun, sejumlah keputusan wasit kembali diperdebatkan.
Mesir sempat mencetak gol yang kemudian dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran di sisi lapangan lain. Sementara itu, Argentina memperoleh gol melalui situasi yang dinilai memiliki kemiripan, tetapi gol tersebut tetap disahkan.
Pemain Mesir, Mostafa Ziko, bahkan melontarkan tudingan bahwa Piala Dunia telah “diatur” untuk menguntungkan Lionel Messi.
Pernyataan tersebut semakin memanaskan perdebatan publik mengenai konsistensi penerapan aturan oleh perangkat pertandingan sepanjang turnamen.
Apabila Argentina kembali mampu menjuarai Piala Dunia 2026, berbagai keputusan kontroversial yang terjadi selama kompetisi diperkirakan akan terus menjadi perhatian dan memunculkan pertanyaan dari berbagai kalangan sepak bola dunia.(*)
Sumber: Give Me Sport
