News

Magazine WP Theme

Kambang Iwak Fest 2025 Hidupkan Budaya dan Ekonomi Kreatif Palembang

PALEMBANG – Kawasan Kambang Iwak kembali dipenuhi ribuan warga dan wisatawan ketika Kambang Iwak Fest 2025 resmi dibuka pada Jumat, 12 Desember 2025.

Dengan mengusung tema “Alam Lestari, Wisata Berseri”, festival ini menghadirkan perpaduan antara pelestarian budaya, hiburan kota, dan edukasi lingkungan yang dirancang untuk mendekatkan masyarakat dengan kekayaan budaya Palembang dan Sumatera Selatan.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Irman, dalam sambutannya mengatakan bahwa festival ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bentuk komitmen nyata pemerintah dalam mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, Kambang Iwak dipilih karena merupakan simbol interaksi sosial masyarakat kota—ruang hijau yang menjadi pusat kegiatan olahraga, rekreasi, hingga pusat kuliner yang telah hidup puluhan tahun.

[irp]

“Melalui festival ini, kami ingin mengenalkan kembali keindahan budaya Palembang dan Sumatera Selatan kepada generasi muda, sekaligus mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan ruang publik kita,” ungkapnya.

Festival yang berlangsung hingga 14 Desember 2025 ini diramaikan dengan berbagai aktivitas budaya dari pagi hingga malam. Sejak dibuka, panggung utama telah diisi oleh Lomba Seni dan Budaya, Lomba Hadroh, Lomba Rebana, serta Lomba Tari Kreasi Sumsel yang menampilkan ragam gerak tradisional dari berbagai sanggar.

Penampilan khusus bertajuk Asal Mulo Lumban Bidar menjadi salah satu suguhan yang mengingatkan pengunjung pada tradisi warisan perairan Palembang.

Suasana semakin meriah dengan hadirnya berbagai kompetisi kreatif yang melibatkan masyarakat dari berbagai usia. Ada lomba mewarnai untuk anak, Kompetisi Stand-up Comedy, Jogging Best Custom, hingga Kambang Iwak Fashion Carnival yang diikuti lebih dari 75 peserta dengan kostum bertema budaya lokal, flora-fauna, serta unsur modern.

Tak hanya menampilkan aktivitas budaya, festival ini juga memberikan pengalaman edukatif dan rekreatif. Pengunjung dapat mengikuti Walking Tour Heritage, menikmati penampilan band lokal, hingga menyaksikan Lighting Show dan Dancing Fountain Harmony di area danau.

[irp]

Deretan Gerai Kuliner Nusantara membuat suasana semakin hidup, menyuguhkan makanan khas Palembang hingga hidangan nusantara lainnya.

Menariknya, Kambang Iwak Fest tahun ini juga mengangkat misi sosial dan lingkungan. Panitia menyediakan ribuan bibit pohon untuk dibagikan kepada warga sebagai bagian dari gerakan Urban Farming, sekaligus kampanye menjaga penghijauan di wilayah perkotaan.

Sementara itu, komunitas ekonomi kreatif mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Festival ini harus bisa memberikan dampak. Bukan hanya hiburan, tetapi juga kesadaran untuk menjaga kota kita dan berbagi kepada sesama,” tambah Irman.

Kesuksesan festival ini tidak lepas dari dukungan berbagai instansi dan perusahaan, mulai dari Bank Indonesia, Bank Sumsel Babel, PT Bukit Asam, PT Pusri, PDAM Tirta Musi, PT Pelindo, Grab Indonesia, OJK Sumbagsel, hingga sejumlah hotel mitra seperti Aryaduta, Princess, The One, Swarna Dwipa, dan The Zuri.

Bagi banyak warga, Kambang Iwak Fest bukan hanya tentang seni dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bersama keluarga, tempat rekreasi, dan cara merasakan kembali suasana kota yang harmonis. Banyak pelaku UMKM juga merasakan manfaat ekonomi melalui peningkatan penjualan selama festival berlangsung.

Irman berharap Kambang Iwak Fest dapat terus menjadi agenda tahunan yang berdampak besar bagi kota.

“Harapan kami, festival ini menjadi wadah ekspresi bagi pelaku seni, ruang tumbuh ekonomi kreatif, serta sarana hiburan yang mendidik dan menghibur masyarakat,” ujarnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *