MUARA ENIM, SRIWIJAYA TERKINI.CO – Kantor Pemkab Muara Enim, Senin 8 Juni 2026 mendadak heboh.
Itu setelah Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah pejabat dan melakukan penyegelan terhadap sejumlah ruangan di lingkungan Pemkab.
Bahkan informasinya, Bupati Muara Enim H Edison ikut disikat dan diamankan tim KPK bersama sejumlah orang
Padahal sebelumnya Bupati sempat memimpin Apel Bulanan dan membuka acara Kick-Off Rumpun Hijau (Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau) Senin pagi.
Bahkan beredar kabar, tim penyidik KPK dibagi dua tim melakukan melakukan penyegelan sedikitnya delapan ruang kerja.
Ruangan tersebut yakni Ruang Tunggu dan Ruang Kerja Bupati Muara Enim, Ruang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim.
Tak hanya itu, Rumah Dinas Bupati Muara Enim juga turut disegel oleh penyidik KPK.
Kemudian lima ruangan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, meliputi lima ruangan yakni ruang Sekretaris, Bidang Perencanaan, Bidang Keuangan, Bidang Sarana dan Prasarana, serta Bidang Kebudayaan, beredar isu terkait dugaan pengadaan smartboard.
Belasan orang penyidik KPK yang datang ke Muara Enim terbagi dalam dua tim.
Mereka mengendarai Toyota Innova Reborn hitam BG 1781 HJ, Toyota Avanza hitam BG 1762 ZZ, Toyota Avanza putih BG 1967 ZI, serta Toyota Avanza silver BG 1223 AAM, yang mendapat pengawalan personel Polres Muara Enim.
Tampak juga, satu tim melakukan penyegelan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Sedangkan, tim lainnya secara bersamaan melakukan penyegelan di ruang kerja Bupati Muara Enim, ruang kerja asisten dua dan Rumah Dinas Bupati.
Terkini, informasi di lapangan, menyebutkan Bupati Muara Enim H Edison sudah diamankan sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung dibawa ke Palembang menuju Jakarta.
Dan sekitar pukul 15.54 WIB, tim penyidik KPK kembali mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk melakukan penyegelan di Ruang Kerja Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muara Enim.
Juga beredar informasi malam sebelum penyegelan, menyebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muara Enim (Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Rusdi Khairulah serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim berinisial Abi Nurwadani sudah lebih dulu diamankan oleh KPK.
