PALEMBANG, staging.sriwijayaterkini.co/ – Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kota Palembang menurunkan sebanyak 300 personel gabungan yang disebar di berbagai titik strategis di wilayah kota.
Langkah ini dilakukan guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama masa libur panjang akhir tahun.
Rabu (24/12/2025) malam, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, turun langsung melakukan peninjauan kesiapan dan operasional pos pengamanan serta pos pelayanan Nataru.
Peninjauan tersebut dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Pos Pelayanan Jalan Merdeka, Pos Pelayanan Jalan Jenderal Sudirman, serta beberapa pos lainnya yang dinilai rawan kepadatan dan aktivitas masyarakat.
Dalam keterangannya, Sekda Aprizal Hasyim menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palembang telah mendirikan sebanyak 23 posko yang tersebar di berbagai lokasi vital. Posko tersebut terdiri dari 14 pos pengamanan (pos pam), 3 pos pelayanan, dan 6 pos pantau.
“Sebanyak 23 posko telah didirikan yang tersebar di titik-titik strategis, seperti pusat keramaian, jalur keluar-masuk kota, terminal, stasiun, serta kawasan wisata. Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” kata Aprizal Hasyim.
Ia menjelaskan, pos-pos pengamanan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Palembang, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu memaksimalkan pengawasan serta pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Nataru.
Lebih lanjut, Sekda mengungkapkan bahwa sebanyak 300 personel gabungan telah disiagakan selama 12 hari penuh, terhitung mulai 23 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Para personel tersebut berasal dari Dishub, Satpol PP, TNI, Polri, serta unsur pendukung lainnya.
“Personel ini bekerja dengan sistem dua shift, mulai pagi, siang, hingga malam hari sampai pukul 22.00 WIB. Pola ini diterapkan agar pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal sepanjang hari,” ungkapnya.
Menariknya, dalam peninjauan tersebut Sekda Aprizal Hasyim turun langsung ke lapangan tanpa pengawalan. Hal ini, menurutnya, dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan serta kesiapan petugas dalam menjalankan tugas pengamanan.
“Peninjauan ini kami lakukan secara langsung agar seluruh rangkaian aktivitas masyarakat selama Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Oleh karena itu, kami bersama Forkopimda dan OPD terkait terus melakukan pemantauan ke lapangan,” ujarnya.
Selama masa libur Nataru, arus keluar-masuk Kota Palembang diprediksi mengalami peningkatan signifikan, khususnya di titik-titik perbatasan kota, pusat transportasi, serta kawasan wisata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas maupun gangguan keamanan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Pengawasan dilakukan secara bergilir di setiap pos. Ini sangat penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, serta memastikan masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman,” tambah Sekda.
Dengan kesiapan personel, posko pengamanan, serta sinergi antarinstansi, Pemerintah Kota Palembang berharap perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dengan lancar tanpa gangguan berarti, serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.
