News

Magazine WP Theme

Palembang Bersholawat! Ribuan Umat Padati Tugu Parameswara Bersama Habib Syech

PALEMBANG – Suasana religius yang syahdu dan penuh haru menyelimuti kawasan Air Mancur Tugu Parameswara, Jakabaring, Palembang, Jumat malam (12/12).

Sejak matahari mulai turun, ribuan umat Muslim dari berbagai daerah datang berbondong-bondong memenuhi area tersebut untuk menghadiri kegiatan Palembang Darussalam Bersholawat: Mengetuk Pintu Langit Sumatera.

Tidak hanya dipenuhi suara manusia, atmosfer seolah berubah menjadi ruang spiritual yang menyatukan doa dan harapan ribuan hati.

Kegiatan ini digagas oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam sebagai bagian dari komitmen keduanya menyemarakkan syiar Islam di kota pempek. Dengan latar cahaya air mancur dan megahnya Tugu Parameswara, suasana malam tampak memikat, menghadirkan kesan religius yang begitu kuat.

[irp]

Sejak pukul 17.00 WIB, jamaah mulai memadati lokasi dengan membawa sajadah, syal, dan bendera tauhid. Banyak di antara mereka datang sekeluarga, sementara sebagian lainnya datang bersama komunitas sholawat dan majelis taklim. Aroma keberkahan terasa begitu kental ketika kelompok-kelompok kecil jamaah terlihat melantunkan dzikir sembari menunggu acara dimulai.

Ketika waktu Isya tiba, seluruh kawasan berubah menjadi lautan manusia. Lampu-lampu putih menerangi area sekitar, berpadu dengan suara takbir dan lantunan pujian yang membuat suasana terasa seperti majelis para pecinta Rasulullah SAW. Tak lama kemudian, sosok Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memasuki area acara, disambut riuh takbir dan sholawat dari ribuan jamaah.

Habib Syech, dengan suara khas dan karisma yang tak pernah luntur, mengawali majelis dengan mengajak seluruh hadirin untuk berdoa bagi para korban bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

“Mari kita panjatkan doa untuk saudara-saudara kita yang sedang diuji. Semoga Allah memberikan ketabahan dan mengangkat derita mereka,” serunya, membuat area yang semula riuh berubah hening dalam sekejap.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari visi menjadikan Palembang sebagai kota religius.

[irp]

Ia menilai bahwa sholawat bukan sekadar acara, tetapi wadah perekat masyarakat. “Palembang adalah kota berbudaya dan religius. Melalui kegiatan ini, kita mengetuk pintu langit, memohon keberkahan untuk kota yang kita cintai,” ujar Ratu Dewa disambut gemuruh “Aamiin” dari jamaah.

Lantunan sholawat kemudian mulai menggema. Suara merdu Habib Syech diiringi alunan musik khas Ahbabul Musthofa mengalun lembut namun menghentak hati. Ribuan jamaah bersuara bersama, melafalkan sholawat seirama. Pemandangan paling menyentuh terlihat ketika sejumlah jamaah meneteskan air mata, larut dalam kekhusyukan, sementara yang lain mengangkat tangan, memohon keberkahan dan kedamaian.

Anak-anak kecil tampak duduk di pangkuan orang tua mereka, menirukan sholawat yang dilantunkan. Para remaja berdiri sambil melambaikan tangan, dan orang tua mengangguk pelan mengikuti irama. Seluruh momen tersebut menciptakan harmoni keagamaan yang jarang ditemukan dalam kegiatan sehari-hari.

Suasana makin menghangat saat Habib Syech melantunkan sholawat Ya Habibal Qolbi, membuat seluruh jamaah bergema seakan menjadi satu suara. Sementara itu, relawan dari berbagai komunitas sibuk membagikan air mineral, mengatur lalu lintas jamaah, serta memastikan acara berlangsung tertib dan aman.

[irp]

Menjelang tengah malam, acara berakhir dengan doa penutup untuk kesejahteraan Palembang dan Indonesia. Jamaah pun perlahan meninggalkan lokasi dengan wajah berseri dan batin yang terasa lebih lapang. Banyak yang berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin karena memberikan pengalaman spiritual yang begitu berkesan.

Majelis malam itu bukan hanya acara keagamaan semata, tetapi juga momen kebersamaan yang menguatkan tali persaudaraan antarwarga Palembang. Suasana religius yang tercipta menjadi bukti bahwa Palembang tetap menjadi kota yang kaya spiritualitas, sekaligus penuh harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *